Let’s Not Fall in Love [Drabble]

jkh4
poster credit @yoonzara. Halla png [render] by pikudesign. jungkook png by jinbeans.
Judul: Let’s Not Fall In Love [Drabble]
Author: Yoon Zara
Cast: Jungkook || Halla
Theme: Sad/?, Romance, Vintage.

~ Let’s not fall in love, we don’t know each other very well yet. Actually, I’m a little scared, I’m sorry~

Jungkook POV
Day 1

Suatu hari di musim semi. Hari pertama kita bertemu. Jimin-hyung yang mengenalkanmu padaku. Kau memakai dress berwarna peach diatas lutut. Indah, satu kata yang langsung terlintas di pikiranku saat melihatmu. Rambut hitam panjang bergelombang, dengan pita pink sebagai hiasan menambah indah parasmu. Kau tersenyum padaku, membuat hatiku berdesir. Perasaan lama yang baru kurasakan lagi. Oh tidak, ini tidak bagus. Aku tak ingin membangkitkan lagi kenangan masa lalu. Saat waktu-waktu indah berubah dan menyakitkan hatiku.

Few months later

Perasaan ini semakin bertumbuh, dan hubungan kita juga sudah semakin dekat. Bahkan, orang-orang mengira kita adalah sepasang kekasih. Aku, ingin memberi kepastian tentang hubungan kita. Tapi, kekhawatiran memenuhi jiwaku. Aku takut kejadian menyakitkan itu terulang lagi. Maafkan aku.

Author POV
At cafė
10 menit Jungkook menunggu di tempat ini. Sedikit bosan tapi tidak untuk menunggu pujaan hatinya– ah, tidak. Mungkin teman perempuannya lebih cocok. Beberapa waktu berlalu akhirnya orang yang ia tunggu datang. Jungkook mendadak gugup. Melihatnya berjalan dengan senyum mengarah padanya saja sudah cukup membuat jantungnya berdetak lebih kencang.

“Jungkook-ah. Maaf karena aku terlambat. Apa kau sudah menunggu lama?” Ucap -Halla- gadis yang Jungkook tunggu sedari tadi.
“Tidak juga. Hanya hmm… 10 menit?” Ucap Jungkook sembari mengecek jam tangannya untuk memastikan lalu melihat ke Halla tepat di matanya dan tersenyum. Gadis bersurai cokelat itu terkekeh dan langsung duduk.
“Omong-omong kau ingin pesan apa?” Lanjut Jungkook.
“Menurutmu?” Halla berkata.
“Hot chocolate” Ucap Jungkook tersenyum. Halla mengangguk dan membalas senyuman Jungkook. Hatinya berdesir. Tidak, Jungkook tak mau kalau perasaannya menjadi lebih dalam.

Tak lama kemudian Jungkook kembali sembari membawa satu cangkir hot chocolate dan espresso. Mereka berdua mencicipi dan menikmatinya.
“Bagaimana kuliahmu?” Jungkook memulai pembicaraan.
“Seperti biasa. Kau taulah jurusan akuntansi. Hanya menghitung dan menghitung. Hanya saja Jimin oppa tak bisa berhenti menggangguku di kelas” Halla cekikikan. Jungkook sedikit murung setelah mendengar nama Jimin.
“Jimin-hyung memang begitu. Ia sepertinya tak pernah kehabisan energi haha” Jungkook menanggapi. Sedikit terpaksa tersenyum.
“Oh ya, bagaimana hasil audisi kemarin?” tanya Halla.
“Sayangnya aku tidak lolos tapi seharian ini ada setidaknya 8 agensi yang menelepon” Jawab Jungkook.
“Itu keren” Halla mengacungkan jempolnya.
“Jungkook-ah” Halla memanggil. Suasana tiba-tiba menjadi serius.
“Hmm? Kenapa?” Jungkook menanggapi.
“Aku ingin… kepastianmu” Ucap Halla.
Jungkook terdiam.
“Apa.. kau benar-benar menyukaiku? Ataukah kata-katamu selama ini hanya main-main?” Halla kembali berkata.
“Halla-ya..”
“Maaf. Aku hanya tak ingin berada di hubungan tanpa status” Tanpa berkata-kata lagi gadis bermata hitam pekat tersebut melangkahkan kaki meninggalkan cafė tersebut. Jungkook menghentikan langkahnya dan memeluk Halla tiba-tiba.
“Tolong dengarkan penjelasanku dulu..” Jungkook berkata rendah.
“Aku.. aku masih takut untuk memulai hubungan yang baru. Karena aku takut akan ada kata ‘putus’ dalam hubungan kita dan akhirnya aku akan kehilanganmu. Aku takut kalau pada akhirnya kita hanya akan saling menyakiti. Seperti kisah lamaku. Karena itu, aku masih ragu. Maafkan aku.”
“Tapi, cukup kau tahu, aku benar bersungguh-sungguh saat aku bilang aku menyukaimu.” Lelaki bertubuh gagah itu menjelaskan semuanya pada Halla. Melepaskan semua kecemasan hatinya. Sementara, Halla masih terdiam dan sedikit tercengang atas perlakuan dan perkataan Jungkook yang tiba-tiba.

Jungkook melepas pelukannya dan memegang kedua pundak gadis itu. Suasana senja yang sepi di cafė itu mengelilingi mereka.

“Tolong, beri aku waktu. Aku ingin tetap seperti ini untuk beberapa waktu. Tidak kurang, juga tidak lebih juga tak akan ada kata ‘putus'” Jungkook mengakhirinya dengan seulas senyum tipis. Ia berharap agar tak terjatuh lagi ke dalam perasaan yang menggerogoti hatinya. Namun, ia akan mencoba.. tuk membuang jauh-jauh ketakutannya. Semoga.

END

Hola~~ baik lagi tapi dengan ff baru T.T Complicated belum bisa dilanjutkan karena aku merasa masih kependekkan ceritanya haha (efek pertama kali buat ff berchapter2) T.T gara-gara denger lagu Bigbang jadi kepingin buat ff kayak liriknya tapi apa daya hasilnya tak sempurna tapi yasudahlah..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s