Complicated [Part 1]

jkh

Title: Complicated
Author: Yoon Zara
Cast: -Jeon Jungkook (Jungkook)
-Lee Halla (Hanra)
-Jung Yein (Yein)
Other cast: you can find by yourself.
Genre: Romance, sad, friendship, school-life.
Note: Warning ff gaje xD
Disclaimer: The cast are not mine but the storyline is mine 🙂
~Even if my heart is wounded 9 times
It’s okay if I can smile once
Because being with you is my happiness~ Younha-Waiting

.

.

“Hey!” Halla kesal dengan Jungkook yang tiba-tiba mengacak rambutnya saat ia sedang menuju perjalanan ke sekolah.
“Selamat pagi. Kau tidur dengan nyenyak?” sapa Jungkook dengan semangat sembari merangkulkan lengannya di pundak Halla.
“Kau sudah membuat rambutku berantakan tapi tetap saja tidak merasa bersalah” Halla menjauh dari tubuh Jungkook dan mempoutkan bibirnya.
“Kau marah? Sahabatku ini marah ya?” Jungkook mencubit pipi Halla gemas.
“Hey!” Pertengkaran kecil itu berubah menjadi tawa seiring mereka berjalan.
.
.

Bel berbunyi
Semua murid berhamburan memasuki kelas.
Han Seonsaengnim masuk ke kelas dan menyapa para murid.
“Selamat pagi” dengan gaya chic khas Han seonsaengnim.
“Pagi saem”
“Ok. Sebelum kita memulai pelajaran, ada seorang murid baru yang pindah ke kelas ini” ucap guru Han. Beberapa siswa bersorak saat Han saem bilang murid pindahan itu perempuan. “Masuk” perintah Han saem ke pada murid baru itu.
“Perkenalkan dirimu”
“Annyeong. Namaku Yein. Jung Yein. Aku pindahan dari HanJi high-school. Bangawo.” Yeoja itu -Yein- memperkenalkan dirinya.
Jungkook yang pada awalnya acuh tak acuh, mendongakkan kepalanya untuk melihat Yein yang sedang berbicara. ‘Cantik’ itu kata pertama yang terlintas dipikiran Jungkook saat melihat gadis baru itu. Entah kenapa Jungkook tidak bisa melepaskan pandangannya dari murid baru itu.
“Kalian harus bersikap baik pada Yein. Mengerti? Sekarang kamu duduk dibelakang bangku Halla” “baik” Yein berlalu duduk di bangkunya. Halla berbalik kearah bangku Yein.
“Annyeong. Bangawo. Namaku Lee Halla” dengan senyumnya Halla menyapa Yein.
“Nado bangawo. Kau bisa memanggilku Yein.” Yein balik menyapa.
.
.
Seperti biasa Jungkook dan Halla sedang makan berdua di kantin. Mereka sudah terbiasa seperti ini. Saat akan melahap makanannya, Halla melihat Yein yang kebingungan mencari tempat duduk mungkin karena ia belum dekat dengan siapapun di sekolah ini.
“Yein-ah!” Halla memanggil Yein yang sedang mencari tempat duduk itu. Yein mendekat dan bertanya “ada apa?”
“Kau kelihatannya sedang kebingungan mencari tempat. Kau bisa bergabung dengan kami jika kau mau” ajak Halla ramah.
“Tidak apa-apa? Aku takut menganggu kalian berdua” ucap Yein.
“Tidak apa-apa. Tidak usah sungkan. Benar kan Jungkookie?” Ucap Halla. Jungkook yang sedang memakan makanannya mengangguk canggung.
Yein kemudian duduk disebelah Halla. Jungkook terus mencuri pandang pada Yein. Tak tahu mengapa.
“Hey! Kau sudah besar masih saja belepotan” Jungkook yang melihat saus yang sedikit belepotan diujung bibir Halla langsung membersihkannya menggunakan tisu.
“Ini tidak sengaja tahu” Halla membela diri. Yein melihat Jungkook dan Halla dalam diam. Ia pikir ia sudah menganggu acara makan berdua mereka.
.
.
“Jungkook-ah. Kau harus pergi ke tempat tutoring ya?” Tanya Halla saat mereka keluar gerbang sekolah.
“Hmm.. sangat boring pasti” jawab Jungkook yang diakhiri dengan helaan nafasnya.
“Kalau begitu… ayo pergi ke sungai Han. Aku akan menungguimu sampai selesai” tawar Halla.
“Tidak usah. Kau pasti akan mati kebosanan disana haha. Jadwal tutoringnya 4 jam. Pulanglah. aku tak apa” Jungkook yang harus pergi ke tutoring terpaksa tidak satu bus dengan Halla karena tujuan mereka berbeda.
“Ok kalau begitu. Annyeong” Halla melambaikan tangannya dan segera masuk ke bus tujuannya yang sudah datang.
“Jalga!” Jungkook berteriak pada Halla sembari membalas lambaian tangannya.

Jungkook kemudian menunggu di persimpanan jalan agar ia bisa menyebrang. Saat lampu pejalan kaki masih merah, ia melihat seorang gadis yang terus berjalan walau lampu masih berwarna hijau. meski jalanan sepi, banyak kendaraan yang berlalu lalang dengan kecepatan tinggi dan ia menyadari bahwa gadis itu dari sekolahan yang sama dengannya. Jungkook segera berlari ke tengah jalan dan membawa lari gadis itu ke tepi jalan.
“Kau gila?! Kau bisa mati jika melakukan hal seperti itu!” Jungkook berteriak pada gadis yang ia tolong itu yang sedang menatapnya dengan tatapan kosong. Jungkook kemudian menyadari bahwa gadis itu adalah -Yein- murid baru dikelasnya.
“Mian. Dan terima kasih telah menolongku” ucap Yein.
“Kalau begitu aku pergi” pamit Jungkook.
Yein menahan tangan Jungkook.
“Kenapa lagi?” Ucap Jungkook.
“Maukah kau menemaniku jalan-jalan? A.. aku sedang tidak ingin pulang ke rumah” dengan tatapan sayu Yein memohon.
Jungkook berpikir sebentar ‘sepertinya gadis ini sedang ada masalah’ akhirnya Jungkook menyetujuinya dan merekapun berjalan kearah taman. Di taman kota itu mereka duduk di sebuah bangku.
“Mian. Karena sudah merepotkanmu” maaf Yein.
“Gwaencanha” sebenarnya Jungkook pun tidak tahu mengapa ia lebih memilih menemani gadis ini daripada pergi ke tutoring padahal ia tahu bahwa ia akan dimarahi oleh ibunya jika membolos.
“aku sangat iri padamu. Kau punya seseorang yang kau percaya dan kau bisa mencurahkan perasaanmu padanya” Yein mulai berbicara.
“Halla maksudmu? Ia sahabatku” ucap Jungkook.
“Iya. Itu maksudku. Kau punya sahabat untuk tempatmu mencurahkan semua masalahmu” ucap Yein.
“Kau sedang ada masalah? Kau bisa bercerita padaku jika kau mau. Kau bisa menjadikanku sebagai tempat mencurahkan perasaanmu. Aku tidak keberatan sama sekali” Jungkook membalas masih dengan gaya cool-nya.
“B..benarkah?” Jungkook mengangguk membenarkan.
“Orangtuaku bercerai. Ayahku menikah lagi. Dan ibuku sama sekali tak peduli padaku. Aku menunjukkan senyumku ke semua orang padahal sebenarnya aku sangat terluka. Aku hanya merasa, untuk apa aku hidup jika yang aku rasakan hanyalah kesedihan” mata Yein berkaca-kaca.
“Hey! Orangtuamu bercerai bukan berarti dunia ini berakhir. Walau sumber kebahagiaanmu hilang, bukan berarti seluruh perasaan bahagiamu juga hilang. Kau hanya belum menemukannya. Aku yakin masih ada banyak orang yang peduli dan masih menyayangimu” mereka berdua terdiam.
“Rasanya sangat lega kan? Setelah mencurahkan semua masalahmu?” ucap Jungkook.
“Iya. Semua bebanku terasa hilang. Gomawo. Jeongmal gomawo” ucap Yein.
“Ayo. Kita harus pulang” Jungkook mengajaknya pulang.
.
“Hey! Kau membolos tutoring ya?” Ibu Jungkook mulai kesal saat mengetahui Jungkook membolos tutoring.
“mian. Eomma” Ucap Jungkook.
“Hah.. sudahlah.. cepat ganti baju dan makan” ucap ibu Jungkook.
“Jinjja? Eomma tidak marah? Gomawo eomma” senyum Jungkook sumringah saat mendengar ibunya tidak memarahinya dan ia pun berlalu ke kamarnya.
“ish.. anak itu ada-ada saja”

Di kamarnya, Jungkook masih membayangkan momen ia saat bersama Yein. Tanpa disadarinya, ia sedikit tersenyum.

TBC

*bababam* comeback ff after a thousand years(?) hehe jadi maklumi kalau bahasanya masih berantakan dan poster nya simple banget karena lagi males berurusan dengan photoshop atau edit photo app lainnya. Segala bentuk dukungan, kritikan, saran, dan lain-lain akan sangat saya apresiasi dan membuat saya lebih semangat menulis.

(P.S akan diusahakan secepat mungkin untuk next chap 😦 )

Iklan

Satu pemikiran pada “Complicated [Part 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s